Lapas Tanjungpandan Panen 50 Kg Sawi Pakcoy. perkuat ketahanan pangan di area terbatas
Dengarkan Berita.jpeg)
Belitung — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan menggelar kegiatan panen sawi pakcoy hasil program pembinaan kemandirian warga binaan melalui metode hidroponik di area lingkungan lapas, Senin (11/5). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, dan diikuti oleh seluruh jajaran pejabat struktural serta petugas pemasyarakatan.
Panen kali ini sekaligus mempertegas komitmen mendukung program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yakni kemandirian pangan melalui program pertanian dan peternakan dengan menghasilkan kurang lebih 50 kilogram sawi pakcoy yang dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik dengan memanfaatkan lahan terbatas di dalam area lapas. Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus bentuk optimalisasi sarana produktif guna mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan terbatas melalui budidaya hidroponik merupakan langkah inovatif yang tidak hanya menghasilkan produk pertanian berkualitas, tetapi juga membangun keterampilan dan kedisiplinan warga binaan.
“Walaupun dengan keterbatasan lahan yang ada, kami terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang produktif dan bermanfaat. Panen sawi pakcoy hidroponik hari ini menjadi bukti bahwa semangat, kerja sama, dan konsistensi mampu menghasilkan sesuatu yang bernilai. Program seperti ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana,” ujar Royhan.
Lebih lanjut, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binapigiatja) Lapas Tanjungpandan, Alkok Marya, menjelaskan bahwa budidaya hidroponik dipilih karena dinilai efektif diterapkan pada lahan terbatas dan mampu menghasilkan tanaman dengan kualitas baik.
“Kegiatan budidaya sawi pakcoy hidroponik ini dilaksanakan mulai dari penyemaian bibit, perawatan instalasi dan nutrisi tanaman, hingga masa panen. Selain memberikan pengalaman kerja dan keterampilan baru kepada warga binaan, program ini juga bertujuan menanamkan nilai tanggung jawab, kedisiplinan, dan kerja sama. Hasil panen nantinya turut dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di lingkungan lapas,” jelas Alkok Marya.
Suasana panen berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Kalapas beserta jajaran turut turun langsung memanen sawi pakcoy hidroponik bersama warga binaan binaan kerja. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penimbangan hasil panen dan sesi foto bersama sebagai bentuk apresiasi terhadap keberhasilan program pembinaan tersebut.
Salah satu warga binaan yang terlibat dalam kegiatan pertanian hidroponik, berinisial AM, mengaku senang dapat mengikuti program pembinaan tersebut karena memberikan pengalaman dan pengetahuan baru yang bermanfaat.
“Saya merasa senang dan bersyukur bisa ikut dalam kegiatan ini. Dari awal penyemaian sampai panen, kami belajar banyak tentang cara menanam hidroponik dan cara merawat tanaman dengan baik. Kegiatan seperti ini membuat kami lebih produktif dan memberikan motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” ungkap AM.
Melalui kegiatan panen sawi pakcoy hidroponik tersebut, Lapas Tanjungpandan kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemasyarakatan yang lebih humanis, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kontributor: Humas Lapas Tanjungpandan